KREATIFITAS

Kreativitas anak biasanya timbul dari aktivitas yang dilakukan dengan menggunakkan ide-ide sehingga meciptakkan sebuah karya yang dibuat sendiri, kreativitas sendiri tidak serta merta ada pada anak melainkan perlu adanya proses untuk mencapai kemampuan tersebut. Kreativitaas erat hubunganya dengan kognitif anak (Kecerdasan)

MENGHAFALKAN AL-QUR'AN

Banyak hadits Nabi yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari suatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR. Tirmidzi)

KAJIAN KITAB KUNING

Di kalangan modern ini membaca kitab kuning sangatlah asing, sehingga kitab kuning seakan akan tak mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan kitab kuning kita bisa memahami dan mendalami ilmu-ilmu agama Islam. Oleh sebab itu sangat lah penting bagi kita untuk mempelajari ilmu tentang pentingnya kitab kuning, Selain itu dikalangan modern ini kitab kuning sudah sangat lah langka di kehidupan masa kini.

KEGIATAN PRAKTIKUM LABORATORIUM

Beberapa keuntungan menggunakan metode eksperimen atau praktikum adalah sebagai berikut: (1) Dapat menggambarkan keadaan yang konkret tentang suatu peristiwa (2) Dapat mengamati proses (3) Dapat mengembangkan keterampilan inkuiri (4) Dapat mengembangkan sikap ilmiah (5) Pembelajaran lebih efektif dan efisien

WISUDA

Wisuda merupakan moment yang bersejarah bagi para wisudawan dan Keluarga. Kebanggaan manakala memakai jubah kebesaran (TOGA) tersirat dalam wajah sumringah dan senyuman yang penuh kepuasan.

STUDY TOUR SMP

Study tour merupakan kegiatan di luar kelas yang bertujuan untuk mempelajari proses yang sebenarnya langsung di lapangan. Tour diadakan karena kebutuhan siswa untuk mendapatkan pengalaman secara langsung. Hal tersebut diadakan karena tidak mungkin menghadirkan setiap peristiwa ke dalam kelas untuk dipelajari dan diamati.

BELAJAR BERSAMA

Ilmu adalah cahaya. ilmu adalah penerang dari kegelapan, penerang dari kegelapan kepada cahaya. Dengan ilmu orang akan mendapatkan apa yang ia inginkan, dengan ilmu orang akan selamat dan bahagia dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

KREATIFITAS

Kreativitas anak biasanya timbul dari aktivitas yang dilakukan dengan menggunakkan ide-ide sehingga meciptakkan sebuah karya yang dibuat sendiri, kreativitas sendiri tidak serta merta ada pada anak melainkan perlu adanya proses untuk mencapai kemampuan tersebut. Kreativitaas erat hubunganya dengan kognitif anak (Kecerdasan)

PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS

Belajar di luar ruangan kelas merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya di dalam kelas. Pembelajaran tak perlu melulu dilakukan di dalam kelas, tetapi bisa dilaksanakan di luar kelas, seperti di tempat-tempat terbuka tempat manusia bisa saling berinteraksi

Senin, 21 Mei 2012

Sistem Keuangan Santri

KESEJAHTERAAN

Sistem Keuangan Santri
Untuk mengoptimalkan pendidikan di Al-Azhar maka para santri diharapkan bisa optimal dan konsentrasi penuh dalam belajar di pondok dengan tidak memikirkan pengaturan financial yang rawan dengan hal-hal yang tidak diinginkan, maka dalam hal ini pengasuh memberi instruksi kepada pengurus untuk mengelola seluruh keuangan santri baik yang berkaitan dengan sekolah, pondok, maupun kebutuhan santri sehari-hari.

Tujuan
  • Agar santri dapat lebih memaksimalkan konsentrasi dalam belajar;
  • Mengantisipasi terjadinya kehilangan uang;
  • Mengantisipasi santri yang biasa menunda pembayaran.

Prinsip Penerapan
  • Membantu keamanan finansial.
  • Membantu kelancaran administrasi keuangan pondok dan sekolah.
  • Membantu mengelola keuangan.

Paradigma Umum

  • Wali santri menyetor seluruh kebutuhan santri ke Baitul Mal serta menentukan jumlah nominal uang saku perhari santri;
  • Baitul Mal mengelola uang dari wali santri dan mendistribusikan ke pembayaran pondok, sekolah, dan kebutuhan santri tiap hari.

Sistem Pengelolaan

  1. Uang kiriman dari Wali santri seluruhnya disetorkan ke Baitul Mal.
  2. Setelah itu, disalurkan untuk pembayaran wajib (meliputi Syahriyyah, dll).
  3. Uang sisa pembayaran, dijadikan uang saku yang akan dipakai santri untuk kebutuhannya selama satu bulan.
  4. Nominal uang saku disesuaikan dengan permintaan Wali santri.
  5. Batas maksimal nominal uang saku adalah Rp. 15.000,-.
  6. Apabila terdapat sisa uang dalam satu bulan, maka dimasukkan ke dalam tabungan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tidak terduga (seperti beli kitab, buku, dll.) yang dilakukan oleh Pengurus.

Waktu Pengambilan Uang

Waktu pengambilan uang kepada pengurus adalah setiap hari pada waktu akan berangkat sekolah.

Sabtu, 19 Mei 2012

Al-Azhar Islamic Boarding School



SEJARAH
Al-Azhar Islamic Boarding School didirikan oleh KH. M. Ma’shum Maulani. Dirintis sejak tahun 2002 dengan awal berdirinya sebagai Pendidikan Islam yang menerapkan program Full-day School (Pendidikan sepanjang hari), di daerah Wates Kota Mojokerto, kemudian karena kebutuhan dan permintaan dari wali murid maka diwujudkanlah sebuah sistem Boarding  School dengan harapan lebih bisa mengawasi anak didik secara kontinyu. Karena lokasi awal berdirinya Al-Azhar dirasa sempit sehingga tidak memungkinkan lagi untuk mengembangkan asrama guna menampung jumlah anak didik yang semakin lama semakin bertambah, maka beliau beserta istri (Ibu Nyai Hj. Chiyatuzzahroh) membeli lahan seluas + 1 (satu) hektar yang berlokasi 1 kilo meter sebelah selatan dari lokasi awal.
Pada tahun 2005 dimulailah pembangunan Pondok Pesantren Al-Azhar Boarding School di lokasi yang baru sebagai cabang dari Al-Azhar 1 dengan mendirikan sebuah Masjid dan 12 (dua belas) lokal kelas dan beberapa lokal asrama yang pada awalnya hanya ditempati belasan santri putri.

Kamis, 01 Maret 2012

VISI dan MISI Yayasan Al-Azhar

VISI
Meluluskan siswa siswi beraqidah mantap, berakhlaq mulia, berprestasi akademis tinggi.

MISI
  1. Menjadikan sekolah Islam percontohan di tingkat Nasional.
  2. Menanamkan keyakinan/aqidah melalui pengalaman ajaran agama Islam.
  3. Menumbuhkembangkan sikap dan amaliyah keagamaan Islam.
  4. Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara efektif.
  5. Mengembangkan pengetahuan di bidang Iptek, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi siswa.
  6. Menetapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah.
  7. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih dan indah.